Sudah terlalu sering dengar pertanyaan "Kapan Nikah?" yang begitu horor di telinga, kalo ada yang nanya gitu, rasanya aku ingin pura-pura mati. Usia udah 25 ++, blum nikah juga, jgn terlalu mengejar karir jgn terlalu tinggi kuliahnya nanati susah dapet jodoh dan blablablabla, kalo di tulis satu-satu bisa panjang. Emang nikah itu segampang membalikkan telapak tangan? Soal jodoh itu, Allah yang atur, kita ga bisa memaksakan orang lain untuk berjodoh dengan kita, walaupun pacaran bertahun-tahun, kalo ga jodoh ya ga nikah juga, ada yang baru kenal, kalo berjodoh ya nikah, buat yang belum nikah sabar aja, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita.
Cerita tentang nikah ini sebenernya udah basi, udah lewat beberapa bulan yang lalu, karena kesibukan dan yang pasti aku udah lupa dg blog ini. Kebetulan sekarng aku lagi pengen nulis lagi, udah lama banget ya aku ga nulis, obok-obok blog lama cek email dll, alhmdulillah bisa aktif lagi. bisa nulis lagi.
Kepanjangan ya pengantarnya? Oke, sekarang fokus cerita gimana "Akhirnya Aku Nikah".
sebelumnya di tahun 2009 aku pernah nulis tentang percintaan masa muda dengan seorang pria dengan ke alay-an kita pake baju couple, jadi pria di foto itu kini menjadi suamu aku. Asli aku malu liat foto itu, ternyata aku pernah alay.
Jadi ceritanya bagaimana akhirnya kita bisa nikah itu ga segampang kelihatannya, bayangin aja dulu usia kita masi 17 an, skrng sudah 27 tahun, butuh 10 tahun proses untuk menuju ke jenjang pernikahan, bukan berarti selama 10 tahun itu kita pacaran ya. Di tahun 2010, akhirnya kita putussss!! sakiiiiiiiit banget waktu itu, beneran rasanya sakit hati, patah hati itu ga enak, jd kesimpulannya JANGAN PACARAN!! Tunggu aja nnati orang yang tepat pasti akan datang kok, inget Allah sudah atur jodoh kita.
Setelah putus kita punya jalan sendiri-sendiri, aku terus melanjutkan kuliah hingga mendapatkan gelar master sampe lupa dengan urusan nikah, aku mau membanggakan orang tua, apalagi bapak udah ga ada, tinggal mama, siapa lagi yang bisa membahagiakan orang tua selain anak-anaknya. Aku fokus urusan pendidikan, karir, memperbaiki diri dari segi agama, untuk menjadi wanita yang lebih baik, karena wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula.
Di tahun 2014 akhir, pria yang pernah mengisi hatiku itu balik lagi, bukan untuk ngajak balikan dan pacaran, tapi ngajak nikah, waktu itu dia kirim pesan singkat, "aku mau nikah" kaget dong aku, walau aku diam soal isi hati dan tidak pernah mau ngubungin dia lagi (mencoba untuk move on), dan tiba-tiba dia bilang mau nikah, akhirnya aku tanya, "dengan siapa?", dia jawab "dengan eka, emang mau nikah dengan siapa lagi?" aku ga tau mau berkata apa lagi, langsung senyuuuum dan ga bisa berhenti senyum. Beberapa hari kemudian dia kerumah aku, untuk ngomong sama mama soal niatnya itu, dia minta waktu untuk mempersiapkan semuanya. Sejak saat itu kita sudah memantapkan diri untuk menjaga hati masing-masing, kita tidak pacaran seperti orang kebanyakan sebelum menikah, kami tetap manjaga diri masing-masing, atau dengan kata lain kami udah melakukah khitbah, khitbah tidak sama dengan pacaran.
Setelah hari itu ternyata jalan kita tidak mulus, karena orang tuanya ingin nikah kita di tunda dulu karena alasan kuliah S2 dia belum selesai, abangnya belum nikah. Dari pada pusing ngurusin nikahan yang di tunda-tunda, akhirnya aku memutuskan untuk liburan, nyegerin pikiran liat suasana baru, sudah beli tiket pesawat PP Palembang-Kuala Lumpur untuk liburan di bulan April, kenapa di pilih bulan April? karena tiket promo di bulan itu dan juga mahasiswa juga udah mau libur.
Ternyata Allah berkehendak lain. Di akhir tahun 2015, bulan desember ternyata doa kita di kabulkan oleh Allah, mamanya berubah pikiran, dia belum selesai S2 dan abangya boleh kalau kita mau nikah duluan. Hanya karena Allah jalan kita di permudah, karena hanya Allah-lah yang dapat membolak-balikkan hati seseorang. Kita bisa saja berencana tapi Allah yang menentukan segalanya.
Akhirnya, hari yang di tungu-tunggu itu tiba, dan Akhirnya Aku Nikah di usia 27 tahun pada tanggal 15 April 2016, dan tiket pesawat yang sudah aku beli itu hangus, karena udah ga boleh pergi jauh-jauh dengan orang tua kalau mau nikah, ya udah lain kali aja kita liburan berdua yaaa beb.
Hari itu rasanya bahagia banget karena akhirnya pria yang selama itu masih aku cintai meski dalam diam akhirnya menjadi suamiku dan mungkin itu jawaban, kenapa aku lama menikah, karena walau ada pria lain yang ingin mempersunting tapi hati ini menolak, cinta ini hanya untuk dirinya, cintaku kini sudah halal, tak harus diam untuk mengungkapkan cinta, karena kau adalah suamiku.
Setelah sah menjadi istrinya, aku ga segampang itu untuk menjabat tangannya, mencium tangannya, rasanya masi kaku, hhahaha, udah lama ga ketemu siih, waktu lamaran aja dia ga dateng cuma mama dengan abangnya aja yang dateng, Kini, aku resmi menjadi istrinya Pria yang dari dulu aku cintai, dan ternyta dia juga merasakan hal yang sama, cinta itu kini sudah halal. Semoga cinta kita selamanya.


No comments:
Post a Comment